Cerita Bersambung - Scene 1

Mata Fanya nanar melihat pemandangan di hadapannya. Di sisi kanan dia melihat segerombolan orang sedang mencabik-cabik sesosok tubuh. Dalam beberapa menit satu per satu pemangsa(demikian Fanya memutuskan untuk menyebut mereka yang dulunya menusia tapi kini menjadi penyantap manusia)pergi melangkah meninggalkan sososok merah tak berbentuk, hanya tulang dan sisa daging yang menempel. Aroma anyir darah menyeruak di udara. "Hoek!!". Fanya yang sedari taadi berusaha menahan rasa mualnya, kini pecah pertahanannya.
Sebuah tangan kuat tiba-tiba mencengkeram tangan Fanya dan menariknya dengan kuat. "Ayo cepat masuk!, kamu telah menarik perhatian mereka".

Sementara Fanya berlari menuju kamar mandi, pemilik tangan kuat tadi, segera menarik pintu geser yang membuka ke arah balkon, tempat Fanya sebelumnya berlari, dan menutup gorden rapat-rapat. Ujung matanya sempat menangkap beberapa pemangsa yang bergerak ke bawah balkon mereka. Edo menghenyakkkan tubuhnya di sofa, sambil melemparkan pandangannya pada dua orang lain di ruangan itu.

Parenting - Memperkenalan Tanggung Jawab Pada Anak Sedini Mungkin

Anak berhak mendapatkan pelajaran tentang berperilaku dewasa dan bertanggung jawab dari kita. Dan kita para orang tua wajib mengajarkan hal ini sedini mungkin.
Dalam masyarakat kita, saya sering menemui pengertian keliru oleh para orang tua. yaitu pengertian antara "dewasa"(sudah besar) dengan "kanak-kanak"/"kekanak-kanakan"/masih kecil. Orang tua tersebut sering mengabaikan hal-hal esensial tentang perilaku bertanggung jawab dan kedewasaan dengan alasan bahwa anak masih kecil.
Sikap dewasa dan bertanggung jawab akan berkembang dari waktu ke waktu selama kita hidup. Anak belajar dari apa yang dia lihat baik sengaja ataupun secara tidak sengaja. Mereka belajar dari apa yang kita contohkan atau secara tidak sengaja kita pertontonkan pada mereka. Beberapa hal tentang sikap dewasa dan bertanggung jawab yang dapat kita ajarkan pada anak-anak kita adalah